Press "Enter" to skip to content

PENYEBAB KEKAMBUHAN KEMBALI INFEKSI VIRUS CORONA

Andi Aisya Z.H, S.Ked
(Dokter Muda Bagian IKM-IKK FK UMI)

INDIKATORINTIM.COM – “Apa yg menyebabkan kekambuhan kembali infeksi virus corona” Infeksi virus corona atau dikenal dengan COVID-19 adalah suatu infeksi virus yang merupakan zoonosis yang menular ke manusia. Infeksi ini berawal dari kota Wuhan, China pada tahun 2019 dan dengan cepat menyebar dan kemudian mewabah di hampir seluruh penjuru dunia (Pandemi).

Penyebarannya berasal dari droplets dari satu individu yang terinfeksi ke individu lainnya. Tingkat kejadian kasus COVID-19 meningkat tiap harinya, terutama di Indonesia, seiring dengan meningkatnya penyediaan pemeriksaan lab (Rapid tes dan PCR) untuk diagnosis COVID-19. Berdasarkan laporan dari BNPB, Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari hari Selasa, tanggal 16 Juni 2020, totalnya menjadi 40.400 setelah ada penambahan sebanyak 1.106 orang.

Seiring bertambahnya kasus baru, terdapat pula laporan kasus relaps atau kekambuhan dilaporkan di China, yaitu sekitar 14% dari kasus COVID-19 yang telah pulih kembali dites dan menunjukkan hasil positif lagi. Mengenai relaps atau kekambuhan di China, diduga terjadi oleh beberapa mekanisme, salah satunya diduga akibat dari mutasi virus.

Mutasi virus didefinisikan sebagai suatu perubahan dari sifat virus, mutasi muncul ketika virus bereplikasi di dalam selnya dan terjadi kesalahan dalam penyalinan kode genetik, berdasarkan data dari bank Gen Internasional para peneliti telah menerbitkan beberapa sekuens gen Sars-CoV-2.

Pemetaan gen ini sangat penting yang memungkinkan para peneliti untuk
melacak pohon filogenetik virus dan adanya penemuan strain yang berbeda akibat mutasi. Menurut penelitian terbaru, terdapat lonjakan mutasi pada penelitian oleh
Angeletti et al mereka membandingkan urutan gen Sars CoV-2 dengan urutan Sars-CoV.

Mereka menganalisis segmen heliks transmembran dalam ORF1ab yang dikodekan 2(nsp2) dan nsp3 dan menemukan bahwa posisi 723 menyajikan serin dari pada residu glisin, sedangkan posisi 1010 ditempati oleh prolin dan bukan isoleusin oleh karena itu, masalah mutasi virus adalah kunci untuk menjelaskan potensial kekambuhan penyakit.

Sehingga beranjak dari beberapa penelitian dan membaca literatur yang terkait kondisi relaps pada kasus COVID-19, mekanisme lain yang mungkin bertanggung jawab untuk infeksi ulang atau kekambuhan diduga akibat kondisi host atau pasien, kondisi virus dan kesalahan dalam pemeriksaan.

Kondisi pasien yang dimaksud yaitu pada kondisi immunocompromised atau pada pasien yang menerima kortikosteroid, pada kondisi ini kemungkinan sistem imun pasien tidak dapat melawan infeksi berulang virus. Terdapat pula beberapa kondisi
virus yang diduga menyebabkan kejadian ulang seperti, adanya fase tidak aktifnya virus sebelum gejala muncul kembali, fase pemulihan tidak menghasilkan cukup antibodi dan tetap sensitive terhadap infeksi berulang, dan kekuatan virus untuk bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh dan melarikan diri dari sel-sel pertahanan untuk waktu yang
singkat.

Kekambuhan juga dapat timbul akibat dari kesalahan pemeriksaan seperti, pengambilan sampel yang salah, kit yang salah atau perubahan kit sehingga menyebabkan hasil false negative yang diduga suatu pemulihan. Tes positif setelah pemulihan mungkin juga disebabkan oleh sisa deteksi RNA virus yang tersisa dalam tubuh, tetapi tidak cukup tinggi untuk menyebabkan penyakit.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial