Press "Enter" to skip to content

Januar Jaury Sempat Berhadapan dengan 60 Peserta Intermediate Training (LK2) HMI Korkom UMI.

INDIKATORINTIM.COM – “Jarang ada pemerintah Kabupaten/kota yang datang untuk menginventarisasi Perda. Padahal, penting untuk pemerintah kabupaten kota untuk menyesuaikan perda dengan kebutuhannya”. Ucapnya saat berusaha menjelaskan tantangan yang dihadapi DPR dalam merumuskan perda. Selain regulasi, menurutnya seluruh pihak harus proaktif untuk menyampaikan aspirasi. Bahkan katanya DPR pasti akan menerima aspirasi, jika disampaikan secara tertulis dan bertanggung jawab. Berikutnya akan diseleksi, aspirasi yang mana yang merupakan prioritas untuk dijawab. Perda, bahkan data dapat bebas diakses melalui Komisi Informasi Publiko.

Anggota komisi lima ini, mengganti Andi Ina Kartika Sari, Ketua DPRD provinsi ‘kita’ yang batal mendadak menyampaikan langsung materi “undang-undang dan penetapan APBD; Implikasi terhadap sosial politik” di gedung DPRD provinsi itu.

Padahal, Materi ini merupakan satu dari tujuh materi Action Material lainnya. Action material ini, merupakan materi yang peserta terima pada kunjungan-kunjungan di beberapa tempat. Ini, “Agar HMI tidak terlihat kaku dalam menjalankan perkaderan dan lebih akrab dengan masyarakat dan kelompok-kelompok lainnya.” Ujar Abd. Rizal.

Koordinator stering kegiatan ini juga menegaskan, variasi Action Material ini merupakan terobosan baru dalam sejarah perkaderan di HMI. Memang, sebelumnya perkaderan di HMI, khusunya perkaderan formal hanya berlangsung di satu tempat. Melalui kungjungan-kunjung

Perkaderan HMI merupakan andalan dan menjadi kegiatan utama yang dilaksanakan secara nasional, berjenjang dan berlanjut sesuai sistem perkaderan yang ditetapkan.

Rekrut-merekrut mahasiswa Menjadi kader HMI, ini dimulai pada Basic Training, jenjang pertama perkaderan. Dilanjut pada jenjang kedua, latihan Kader II ( Intermediate Training), dan kemudian Latihan Kader III (Advanced Training). Forum pelatihan kader tidak saja menjadi tempat untuk meningkatkan kualitas, tapi juga menjadi wadah untuk meluaskan pergaulan yang akan sangat berguna dalam bekerja. HMI menjadi jaringan kerjasama yang luas, akrab, dan bermanfaat.

Memang telah disadari sepenuhnya bahwa kader adalah kekuatan vital yang menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan organisasi. Tanpa kader yang berkualitas, organisasi lemah dan kelak akan mati. Perkaderan di HMI, memang diletakkan pada posisi prioritas

Follow and like us:

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial