Press "Enter" to skip to content

Dialog Publik United Force 2012 Werinama Menghasilkan 7 Butir Memorandum Untuk Percepatan Pembangunan SBT

INDIKATORINTIM.COM – Dialog Publik yang di adakan oleh UNITED FORCE 2012 WERINAMA dengan tema “Membangun SBT dari Desa” kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia yang diantaranya, Amin Rahman Sikdewa, Handayani Waraiya dan Azia Sikdewa yang bertempat dikaffe Hunimua, Rabu (31/07/2109).

Kegiatan ini bertujuan guna mencari formulasi prmikiran menakar strategi pembangunan yang bermutu dari pedesaan menuju kota Kab SBT.

Hal ini karena desa yang memiliki hak rekognis leluasa untuk menentukan arah pembangunan dengan angaran desa yang setiap tahun diberikan oleh pemerintah pusat melalui APBN dengan dasar inilah sehinga desa adalah pondasi utama kemajuan pembangunan baik secara regional maupun Nasional.

Namun sampai saat ini yang realisasi di SBT belum kita temukan pembangunan desa yang maksimal. Mengapa dana desa yang di berikan oleh negara belum mampu dipergunakan dengan baik untuk pembangunan ekonomi ditingkat desa desa secara maksimal.

Dialog ini menelusuri kelebihan dan kekurangan yang selama ini terjadi terkait dengan pembangunan pedesaan untuk dijadikan sebagai preferensi memaksimalkan peembangunan SBT dari desa menuju kota kab.

Dialog dgn Narasumber yang hadir diantaranya:
1. Ketua komisi C. DPRD KAB. SBT. AROBI KELIAN, S.sos. dari partai PDIP
2. Sekertaris Komisi C.DPRD. KAB. SBT AHMAD VOTH, S.sos. dari partai Gerindra
3. Angota komisi C. DPRD. KAB. SBT. Bahrum Wajo, S.Pd. dari partai Demokrat.
4. SEKERTARIS PEMDES
5. SEKERTARIS DPD KNPI SBT. Abd. Aziz Yanlua
6. Ketua LSM Satu Sapu Maluku. Ashari Sikdewa.
Dan yang menjadi Audiance dalam forum Dialog publik diantaranya unsur KNPI, OKP, OKPI, LSM dan masyarakat lainya.

Banyak hal yang di perbincankan dalam dialog tersebut salah satunya dari wakil ketua pendidikan Nasional KNPI SBT HUSIN VOTH menyampaikan bahwa berbicara terkait dengan membangun SBT dari desa tidak terlepas dari Infrastuktur pembangunan jalan, Jembatan, Pendidikan dan Kesehatan sebab saat ini yang terjadi adalah infrastruktur jalan dan jembatan belum memadai sehingga hal tersebut mempengaruhi tersendaknya masyarakat desa melakukan aktifitas perekonomian akibat jalan penghubung dari desa ke dasa, desa ke kecamatan, dan kecamatan ke kabupaten.

Voth menyarankan agar pemerataanr dapat lebih terfokus mengawal status badan jalan yang sudah di usulkan. Kemudian terkait dgn mutu pendidikan di SBT sangat minim diakbitkan karena kekurangan guru dan guru yang PNS banyak menjadi karteker kepala desa sehingga pendidikan tidak di fokuskan

Dan terjadi rotasi pemindahan guru akibat dari politik 2015 silam Mengakibatkan Proses mutu pendidkan dianggap gagal. Pungkas voth.

Lebih Lanjut terkait dengan kesehatan harus juga manjadi perhatian dimana pustu, puskesmas yang saat masi kekurangan tenaga medis dan alat medis harapanya agar pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan kekurangan kekurangan tersebut tutup Husin voth.

Dari hasil dialog publik tersebut dapat diambil dalam beberapa kesimpulan dan insyaallah di tuangkan dalam naskah yang telah panitia buat dan hasil dari kesimpulan yang tuangkan dalam naskah ini akan teruskan ke pemerintah daerah.
1. Bapeda
2. Bupati dan wakil bupati
3. DPRD SBT

Kesimpulan yang kami ambil dan tuangkan dalam naska sebagai berikut.
1. Meminta kepada PEMDA SBT merevisi RT RW kab.SBT
2. Distribusi tenaga kesehatan dan pendidikan
3. Meminta PEMDES untuk menertibkan jabatan karateker yang berprofesi sebagai tenaga pengajar
4.pembentukan studi club bahasa ini inggis di tingkat kecamatan
5. Percepatan pemilihan kepala desa
6. Mempercepat pencairan dana desa
7. Minimnya SDM perangkat desa terkait pengelolaan dana desa sehingga di minta untuk dilaksanakan bimtek terkait dengan pengelolaan dana desa.
Pungkas dan harapan yang di sampaikan moderator panitia.

Follow and like us:

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial