Press "Enter" to skip to content

Badko HMI Sulselbar Minta Pansus Hak Angket Memanggil Istri Gubernur Sulsel

INDIKATORINTIM.COM – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulselbar minta istri Gubermur Sulsel Nurdin Abdullah dipanggil dalam sidang hak angket terkait adanya temuan berdasarkan keterangan Muhammad Hatta, Mantan Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel pada sidang hak angket yang sementara masih bergulir, (28/07/19).

Berdasarkan keterangan Muhammad Hatta, Lestiati Fachruddin, Istri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah melalui stafnya bernama Sada, meminta kepada Muhammad Hatta Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel untuk dibelikan satu buah gelang kesehatan seharga kurang lebih 7 Juta Rupiah.

Permintaan Ibu Gubernur itu, diungkapkan oleh Muhammad Hatta mantan Kepala Biro Umum Pemprov Sulsel di sidang sesi tertutup Panitia Hak Angket DPRD Sulsel senin pekan.

“Ya, Hatta menceritakan banyak hal sekaitan kejanggalan-kejanggalan di bironya,” kata Wawan salah satu panitia hak angket ketika dikonformasi tentang cerita Hatta itu, Sabtu kemarin. (27 / 7 / 2019)

Menurut Hatta yg dicopot Gubernur dari Jabatannya sebulan lalu, Staf Ibu Gubernur di rumah jabatan Gubernur itu, bernama Sada yg tidak hanya datang ke dirinya menyampaikan permintaan Ibu Gubernur dibelikan satu buah gelang kesehatan, tetapi Sada ini juga menyampaikannya ke Lutfi Natsir, salah satu PNS Pemprov Sulsel.

“Kami berdua tau persis permintaan ini,” kata salah satu Panitia Hak Angket yg enggan disebutkan identitasnya, yang mengutip cerita Hatta pada persidangan.

Sada Staf Ibu Gubernur itu, mengatakan ke Hatta, bahwa gelang kesehatan itu ada dijual di Makassar dan sada memberikan brosur gelang kesehatan itu ke Hatta. Kenapa sepasang, kata Sada karena satu untuk Pak Gubernur dan satu untuk Ibu Gubernur.

Temuan pembelian gelang kesehatan itu, merupakan hasil pemeriksaan inspektorat dan KPK.
“Yang temukan jam tangan (gelang kesehatan) ini dan perjalanan fiktif Gubernur ke Jepang, adalah KPK.” kata Hatta yang dikutip oleh salah satu anggota Panitia Hak Angket DPRD Sulsel.

Sementara itu Lanyala Soewarno Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam Sulselbar, meminta tokoh masyarakat, cendekiawan atau akademisi kampus dan pemuda mau hadir di sidang-sidang Hak Angket, agar tahu persis bagaimana Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel memimpin dan mengelolah pemerintahannya.

“Hadir dan saksikan langsung. Agar tau, bahwa Nurdin Abdullah mengelola Pemprov Sulsel, seperti mengelolah perusahaan keluarga.” kata Lanyala Soewarno yang merupakan mahasiswa Program pascasarjana Universitas Hasanuddin tersebut. (28/ 7 / 2019)

Menurut Lanyala, masyarakat luas dibenarkan untuk hadir di sidang-sidang Hak Angket, karena sidang-sidangnya terbuka untuk umum.

“Mahasiswa Sospol, Hukum seharusnya memenuhi ruang sidang, karena hadir di sidang sama sengan dengan kita sedang ber-KKN.” kata alumni S1 UNM ini.

“Setelah itu, mahasiswa bisa mensosialisasikan apa itu Hak Angket dan mengapa Gubernur Sulsel menjadi Gubernur pertama yg di Angket, dalam sejarah bangsa ini.” Tambahnya.

Ditanya tentang penting tidaknya Lestyati Fachruddin istri Gubernur Nurdin Abdullah dipanggil oleh Panitia Hak Angket, Lanyala mengatakan, sangat penting. karena dalam sidang-sidang Hak Angket terungkap, kalau Ibu Gubernur itu memiliki peran penting.

“Peran penting apa, silahkan teman teman hadir mendengarkan keterangan Ibu Gubernur jika dipanggil di forum sidang Hak Angket DPRD Sulsel,” kata pemuda berdarah kabupaten Soppeng ini, seraya tersenyum kepada awak media.

Follow and like us:

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial