74 Tahun Merdeka, Pemerintah Masih Tidak Memahami Masyarakat Adat

Baso SH (Tokoh Masyarakat Adat)

INDIKATORINTIM.COM – Kalau negara tidak mengakui Masyarakat Adat, Masyarakat Adat juga tidak mengakui negara, begitu pernyataan yang disampaikan dalam Kongres Pembentukan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) 20 tahun lalu.

Apakah pernyataan itu masih relevan saat ini? Bila kita memahami pernyataan itu, maka pernyataan itu akan terus menjadi ruh perjuangan Masyarakat Adat sepanjang masa.

Kalau hari ini, negara mengeluarkan aturan yg merusak tata aturan hidup Masyarakat Adat, maka MA tdk mengakui “negara” yang hadir dalam bentuk aturan itu. Kalau pemerintah memberi izin investasi yang merusak tata kehidupan masyarakat adat, maka masyarakat adat tidak mengakui “negara” yang hadir dalam bentuk izin investasi itu.

Kehadiran negara dalam bentuk aturan atau izin yg merugikan masyarakat adat akan terus mendapatkan perlawanan, karena perjuangan Masyarakat Adat adalah perjuangan untuk memastikan bahwa wilayah mereka harus bisa tetap ditinggali bersama generasi selanjutnya. Cara dan strategi perjuangannya tentu akan dilakukan sesuai kondisi yg dihadapi.

Masyarakat Adat Bonelemo menyampaikan Selamat Merayakan Hari Masyarakat Adat Dunia, 9 Agustus 2019, Selamat merayakan 20 tahun berdirinya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara AMAN.

MESA’ BUBUN TURUNANTA, MESA’ BANUA DIPOMANA’, BANUA SEWWA SEWWA (Satu Sumur Sumber Air Bersama, Satu Kampung, (Satu Negeri, Satu Bumi Warisan Bersana), Tempat Hidup Bagi Seluruh Makhluk).
Kurre Sumanga’

Follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial